Pelita Hati
You and Mark Zuckerberg (Anda dan Mark Zuckerberg)
Apa yang membedakan anda dan mark Zuckrrberg?
Tentu banyak sekali perbedaan nya,namun yang saya maksudkan disini adalah,mengapa para milyarder itu dapat sukses,padahal mereka tidak bekerja sekeras anda.
Saya tidak akan membahas tentang sistem kerja kali ini,ini lebih ke hal dasar yang mrnjadi perbedaan antara para pecundang dan para pemenang.
Jika saya katakan bahwa Mark Zuckerberg tak pernah bekerja seharipun maka pernyataan itu pastilah menimbulkan kontroversi.
Namun sebenarnya itulah kenyataannya,mereka para orang orang yang sukses dengan memulai dari bawah (bukan dari ayah atau kakek mereka),tidak pernah bekerja seharipun.
Lalu apa yang mereka lakukan?
Mereka menakhlukkan rasa penasaran mereka,atau mungkin lebih tepatnya menjawab semua pertanyaan yang ada di dalam fikiran mereka sendiri.
Saya membuat Mark Zuckerberg sebagai contoh disini,beliau adalah CEO facebook yang fenomenal itu.
Bayangkan jika anda berada di posisi Mark pada saat pertama kali membuat sebuah media sosial yang di sebut facebook,pada masa itu pengguna facebook tidaklah sebanyak sekarang ini,mungkin penggunanya hanya Mark dan dua orang temannya yang membuatnya,di tambah beberapa teman lain yang iseng mencoba media sosial yang masih misterius itu.
Jika tujuannya adalah ķekayaan atau kesuksesan,Mark Zuckerberg tentu tidak akan melanjutkan eksperimen nya pada facebook,karena itu membutuhkan modal dan waktu serta tenaga yang tidak sedikit,sedangkan hasilnya belum ada pada saat itu.
Mungkin pada saat menemukan dan mengembangkan facebook mark seringkali lupa makan dan mandi saking serius dan fokusnya bekerja,pastilah ia bekerja ekstra keras saat itu untuk mengembangkan penemuan barunya.
Tapi sekali lagi ia tidaklah bekerja saat itu,
Ia hanya mencoba menyelesaikan ambisinya.tak lebih dari itu.
Dan pada saat kita melakukan sesuatu yang menjadi kringinan terdalam pada hati kita,maka itu bukanlah suatu pekerjaan melainkan suatu kesenangan belaka.
Saya memiliki seorang teman yang sangat menyukai sepakbola,hmmm.. bukan seorang pemain sepakbola profesional seperti yang anda fikirkan.hanya pemain sepakbola amatir tanpa di bayar.
Ia bermain dimana saja saat ada yang mengajaknya ikut serta.kadang ia bermain 3-5 kali dalam seminggu,dengan resiko patah kaki,cidera tanpa ansuransi,pemain sekelas Christiano Ronaldo pun akan kelelahan jika punya jadwal sepadat itu.
Sering teman saya mengalami cidera ringan,kelelahan karena terlalu sering bermain,saya sering mengejeknya karena membawa tukang urut setiap minggu kerumahnya,bagi saya yang ia lakukan itu adalah membuang waktu dan tenaga saja,namun baginya itu bukanlah sebuah kerja keras melainkan sebuah kesenangan,sama seperti anak kecil yang bermain playstation.
Begitulah,Tenaga,waktu,materi dan resiko tidak di perhitungkan lagi ketika kita melakukan apapun yang kita sukai,kita tak pernah memandang itu sebagai kerja keras,melainkan hanya sebuah kesenangan.
Begitupun yang dilakukan mark Zuckerberg dengan facebooknya,ia rela meninggalkan kuliah dan memberikan seluruh waktu dan perhatiaannya pada facebook,tak lain hanya demi sebuah kepuasan dalam hati kecilnya untuk menciptakan aplikasi yang berkualitas yang bisa menghubungkan banyak orang.
Ia sama sekali tak bekerja kawan.... sedikitpun tidak.
Banyak sekali diantara kita yang bekerja dalam tekanan batin,setiap hari mereka berangkat kerja dengan wajah muram yang menyedihkan,rasa bosan dan jenuh membuat mereka tidak bekerja dalam performa terbaik,setap saat terbebani oleh beban yang tidak nyata,mereka bekerja berkali kali lipat kerasnya karena hati mereka tidaklah ikut serta dalam pekerjaan itu.menyedihkan!
Jika saya pribadi disuruh memilih antara uang dan kesenangan hati maka saya akan memilih yang kedua,saya rasa kalianpun akan memilih hal serupa seperti saya.mengapa kita harus memilih sesuatu yang membebani kita sepanjang hidup jika ada sesuatu yang lebih efektif dan menyenangkan,sesuatu yang membuat kita tak pernah bekerja sedikitpun.
Lalu bagaimana dengan kalian?
Apakah kalian merasa pekerjaan kalian saat ini adalah sebuah beban berat yang menyiksa?
Jika itu yang kalian rasakan ada baiknya mempertimbangkannya lagi.
Tak ada pekerjaan berat jika kita menyukainya,meski kita telah bekerja sekeras kuda pengangkut barang sekalipun,yang kita fikirkan hanyalah " bagaiman saya dapat menyelesaikan semua ini?",itu saja.
.
Semoga kita semua berada pada profesi yang kita inginkan,sehingga kita tak pernah memandang itu sebagai suatu beban,melainkan sebuah kesenangan.
Akhir kata saya memohon maaf jika terdapat kesalahan dalam artikel ini,sekian dulu semoga bermanfaat.
Ganbatte!
Tentu banyak sekali perbedaan nya,namun yang saya maksudkan disini adalah,mengapa para milyarder itu dapat sukses,padahal mereka tidak bekerja sekeras anda.
Saya tidak akan membahas tentang sistem kerja kali ini,ini lebih ke hal dasar yang mrnjadi perbedaan antara para pecundang dan para pemenang.
Jika saya katakan bahwa Mark Zuckerberg tak pernah bekerja seharipun maka pernyataan itu pastilah menimbulkan kontroversi.
Namun sebenarnya itulah kenyataannya,mereka para orang orang yang sukses dengan memulai dari bawah (bukan dari ayah atau kakek mereka),tidak pernah bekerja seharipun.
Lalu apa yang mereka lakukan?
Mereka menakhlukkan rasa penasaran mereka,atau mungkin lebih tepatnya menjawab semua pertanyaan yang ada di dalam fikiran mereka sendiri.
Saya membuat Mark Zuckerberg sebagai contoh disini,beliau adalah CEO facebook yang fenomenal itu.
Bayangkan jika anda berada di posisi Mark pada saat pertama kali membuat sebuah media sosial yang di sebut facebook,pada masa itu pengguna facebook tidaklah sebanyak sekarang ini,mungkin penggunanya hanya Mark dan dua orang temannya yang membuatnya,di tambah beberapa teman lain yang iseng mencoba media sosial yang masih misterius itu.
Jika tujuannya adalah ķekayaan atau kesuksesan,Mark Zuckerberg tentu tidak akan melanjutkan eksperimen nya pada facebook,karena itu membutuhkan modal dan waktu serta tenaga yang tidak sedikit,sedangkan hasilnya belum ada pada saat itu.
Mungkin pada saat menemukan dan mengembangkan facebook mark seringkali lupa makan dan mandi saking serius dan fokusnya bekerja,pastilah ia bekerja ekstra keras saat itu untuk mengembangkan penemuan barunya.
Tapi sekali lagi ia tidaklah bekerja saat itu,
Ia hanya mencoba menyelesaikan ambisinya.tak lebih dari itu.
Dan pada saat kita melakukan sesuatu yang menjadi kringinan terdalam pada hati kita,maka itu bukanlah suatu pekerjaan melainkan suatu kesenangan belaka.
Saya memiliki seorang teman yang sangat menyukai sepakbola,hmmm.. bukan seorang pemain sepakbola profesional seperti yang anda fikirkan.hanya pemain sepakbola amatir tanpa di bayar.
Ia bermain dimana saja saat ada yang mengajaknya ikut serta.kadang ia bermain 3-5 kali dalam seminggu,dengan resiko patah kaki,cidera tanpa ansuransi,pemain sekelas Christiano Ronaldo pun akan kelelahan jika punya jadwal sepadat itu.
Sering teman saya mengalami cidera ringan,kelelahan karena terlalu sering bermain,saya sering mengejeknya karena membawa tukang urut setiap minggu kerumahnya,bagi saya yang ia lakukan itu adalah membuang waktu dan tenaga saja,namun baginya itu bukanlah sebuah kerja keras melainkan sebuah kesenangan,sama seperti anak kecil yang bermain playstation.
Begitulah,Tenaga,waktu,materi dan resiko tidak di perhitungkan lagi ketika kita melakukan apapun yang kita sukai,kita tak pernah memandang itu sebagai kerja keras,melainkan hanya sebuah kesenangan.
Begitupun yang dilakukan mark Zuckerberg dengan facebooknya,ia rela meninggalkan kuliah dan memberikan seluruh waktu dan perhatiaannya pada facebook,tak lain hanya demi sebuah kepuasan dalam hati kecilnya untuk menciptakan aplikasi yang berkualitas yang bisa menghubungkan banyak orang.
Ia sama sekali tak bekerja kawan.... sedikitpun tidak.
Banyak sekali diantara kita yang bekerja dalam tekanan batin,setiap hari mereka berangkat kerja dengan wajah muram yang menyedihkan,rasa bosan dan jenuh membuat mereka tidak bekerja dalam performa terbaik,setap saat terbebani oleh beban yang tidak nyata,mereka bekerja berkali kali lipat kerasnya karena hati mereka tidaklah ikut serta dalam pekerjaan itu.menyedihkan!
Jika saya pribadi disuruh memilih antara uang dan kesenangan hati maka saya akan memilih yang kedua,saya rasa kalianpun akan memilih hal serupa seperti saya.mengapa kita harus memilih sesuatu yang membebani kita sepanjang hidup jika ada sesuatu yang lebih efektif dan menyenangkan,sesuatu yang membuat kita tak pernah bekerja sedikitpun.
Lalu bagaimana dengan kalian?
Apakah kalian merasa pekerjaan kalian saat ini adalah sebuah beban berat yang menyiksa?
Jika itu yang kalian rasakan ada baiknya mempertimbangkannya lagi.
Tak ada pekerjaan berat jika kita menyukainya,meski kita telah bekerja sekeras kuda pengangkut barang sekalipun,yang kita fikirkan hanyalah " bagaiman saya dapat menyelesaikan semua ini?",itu saja.
.
Semoga kita semua berada pada profesi yang kita inginkan,sehingga kita tak pernah memandang itu sebagai suatu beban,melainkan sebuah kesenangan.
Akhir kata saya memohon maaf jika terdapat kesalahan dalam artikel ini,sekian dulu semoga bermanfaat.
Ganbatte!


No comments