Untuk Indonesia
Cerita Kampung Kami
Hari ini adalah hari yang sangat istimewa bagi kampung kecil kami,kampung yang hijau jauh dari kota,
kami kedatangan saudara dekat,daudara dekat tetua kampung kami...
Begini ceritanya...
Tiba tiba saja kami mendadak memiliki saudara dekat,orang kaya dan berjas serta berdasi,mereka mengaku sebagai keluarga dekat kami,sangat baik dan penolong,tak jarang memberikan kami baju baju bergambar dirinya sendiri dengan senyum ramah,para ibu ibu pun diberi jilbab baju gamis dan oleh oleh lainnya.
Para tetua kampung kamipun terlihat sangat dekat dengan "keluarga baru" ini,mereka mengatakan kepada kami bawha mereka adalah saudara sedarah kami semua,
Meski saya merasa tak memiliki saudara orang kaya sebelumnya,saya menganggap mereka sebagai saudara sendiri,setidaknya jika ia saudara tetua kampung,berarti saudara kami juga.
Lalu dimulailah "janji janji manis" saudara yang baik hati ini,mereka berjanji akan menggratiskan biaya pendidikan dan biaya kesehatan untuk kami semua,mereka akan menolong kami jika suatu saat kami memerlukan pertolongan.sungguh saat itu bagi kami mereka bagaikan malaikat tanpa sayap yang di turunkan Tuhan untuk kami semua.tapi dengan satu syarat kami mencoblos muka saudara kami sendiri di saat pilkada nanti,agar mereka terpilih sebagai bupati.
Semalam sebelum pemilihan,kami bertambah kagum dengan saudara kami ini,para tetua kampung memberi kami amplop berisi uang,yang katanya sebagai tanda persaudaraan kami yang sakral.
Saat yang ditunggupun tiba,kami memasuki bilik bilik suara dan mencari gambar saudara kami,tentu saja kami tidak kesulitan mengenalinya,karena kami telah mengenal wajah mereka dari poster yang di tempelkan di poskamling dan dari baju baju yang dihadiahkan kepada kami,ada banyak gambar orang orang berdasi disana,tentusaja kami mencoblos keluaga kami... agar ia menang nantinya.
Usai pemilihan,kamipun mendengar bahwa saudara kami telah menjadi bupati,kami senang tak terkira,ada perasaan bangga saat itu,karena sekarang kami memiliki saudara seorang bupati,sungguh menakjubkan!
Lama kami menunggu,kapan gerangan saudara kami akan menjenguk kami lagi,sudah rindu rasanya hati ini ingin berjumpa,namun mereka tak kunjung kembali,
janji janji mereka untuk memberi kami pendidikan dan pelayanan kesehatan gratispun tak kunjung terpenuhi.
Tetua kampung berkata bahwa saudara kami akan pulang beberapa waktu lagi,kami diharap untuk sabar menunggu,
Tunggu punya tunggu mereka tak kunjung datang,entah bagaimana kabarnya saudara kami itu,kamipun sudah malas mengingatnya,biarlah... mungkin mereka terlalu sibuk sehingga lupa akan janjinya kepada kami.
Kamipun sekarang sudah memiliki saudara baru,barusaja kemarin Ia memberi kami baju bergambar dan amplop... mungkin yang ini adalah malaikat bersayap baru pengganti saudara kami yang hilang....
Sekian cerita dari kampung kami...
kami kedatangan saudara dekat,daudara dekat tetua kampung kami...
Begini ceritanya...
Tiba tiba saja kami mendadak memiliki saudara dekat,orang kaya dan berjas serta berdasi,mereka mengaku sebagai keluarga dekat kami,sangat baik dan penolong,tak jarang memberikan kami baju baju bergambar dirinya sendiri dengan senyum ramah,para ibu ibu pun diberi jilbab baju gamis dan oleh oleh lainnya.
Para tetua kampung kamipun terlihat sangat dekat dengan "keluarga baru" ini,mereka mengatakan kepada kami bawha mereka adalah saudara sedarah kami semua,
Meski saya merasa tak memiliki saudara orang kaya sebelumnya,saya menganggap mereka sebagai saudara sendiri,setidaknya jika ia saudara tetua kampung,berarti saudara kami juga.
Lalu dimulailah "janji janji manis" saudara yang baik hati ini,mereka berjanji akan menggratiskan biaya pendidikan dan biaya kesehatan untuk kami semua,mereka akan menolong kami jika suatu saat kami memerlukan pertolongan.sungguh saat itu bagi kami mereka bagaikan malaikat tanpa sayap yang di turunkan Tuhan untuk kami semua.tapi dengan satu syarat kami mencoblos muka saudara kami sendiri di saat pilkada nanti,agar mereka terpilih sebagai bupati.
Semalam sebelum pemilihan,kami bertambah kagum dengan saudara kami ini,para tetua kampung memberi kami amplop berisi uang,yang katanya sebagai tanda persaudaraan kami yang sakral.
Saat yang ditunggupun tiba,kami memasuki bilik bilik suara dan mencari gambar saudara kami,tentu saja kami tidak kesulitan mengenalinya,karena kami telah mengenal wajah mereka dari poster yang di tempelkan di poskamling dan dari baju baju yang dihadiahkan kepada kami,ada banyak gambar orang orang berdasi disana,tentusaja kami mencoblos keluaga kami... agar ia menang nantinya.
Usai pemilihan,kamipun mendengar bahwa saudara kami telah menjadi bupati,kami senang tak terkira,ada perasaan bangga saat itu,karena sekarang kami memiliki saudara seorang bupati,sungguh menakjubkan!
Lama kami menunggu,kapan gerangan saudara kami akan menjenguk kami lagi,sudah rindu rasanya hati ini ingin berjumpa,namun mereka tak kunjung kembali,
janji janji mereka untuk memberi kami pendidikan dan pelayanan kesehatan gratispun tak kunjung terpenuhi.
Tetua kampung berkata bahwa saudara kami akan pulang beberapa waktu lagi,kami diharap untuk sabar menunggu,
Tunggu punya tunggu mereka tak kunjung datang,entah bagaimana kabarnya saudara kami itu,kamipun sudah malas mengingatnya,biarlah... mungkin mereka terlalu sibuk sehingga lupa akan janjinya kepada kami.
Kamipun sekarang sudah memiliki saudara baru,barusaja kemarin Ia memberi kami baju bergambar dan amplop... mungkin yang ini adalah malaikat bersayap baru pengganti saudara kami yang hilang....
Sekian cerita dari kampung kami...


No comments