Di Ujung Takdir (hal 1-mulai)

Haiii...sahabat blogger... saya baru belajar blogging nihh...
Sebelumya saya bingung mau posting artikel apa,maklum baru pertama nge blog jadi pengalaman nya masih gimana gimana gitu...

Langsung saja ya sahabat semua,saya akan mencoba menulis sebuah Novel sederhana karya saya sendiri sebagian di tulis berdasarkan pengalaman pribadi dan sebagian lagi adalah fiktif alias rekayasa... karena biasanya sebuah novel itu banyak halamannya maka saya akan menulisnya secara bertahap agar tidak membosankan,

Wahh... kayak nya pembukaan nya udah terlalu panjang ya sobat,sebaiknya saya akhiri saja dulu.
Semoga novel sederhana ini bermanfaat dan berkenan di hati sahabat semua... cekidot!!!

                                                                      SATU

     Prraanggg....

Kaca kaca itu pecah dan kepingan nya berserakan di lantai,menyisakan separuh lagi potongannya,belum puas ku lihat bahwa kaca itu brlum hancur sempurna lalu sekali lagi ku hunjamkan kepalan tanganku ke arah kaca yang belum pecah,

"Prraanggg...."

Kembali suara kaca pecah memenuhi ruang kamarku,kali ini bukan saja kaca itu pecah berkeping,tanganku pun teluka kena pecahan nya,darah segar mulai menetes,semakin lama semakin banyak darah bercucuran dari tanganku,kubiarkan darah darah itu mengucur deras memenuhi lantai kamarku,semua ini belum membuat semuanya menjadi baik baik saja,masih kurasakan bongkahan bongkahan kemarahahan dari dalam diriku terus memberontak memaksaku mengeluarkannya lagi dan lagi, kali ini meja belajar yang menjadi sasaran amukanku,
Sangat cepat sekali tanpa kusadari kedua tanganku bergerak mengangkat meja itu,membantingnya ke atas,meja itu melayang berputar,semua benda yang ada di atasnya berhamburan,buku buku bertebangan,kotak pulpen dan semua isi didalamnya pun ikut berterbangan,gelas bekas kopi yang kuminum semalam pun ikut terbang dan jatuh tepat dikepalaku sebelum kemudian jatuh dan pecah menjadi beberapa bagian.

Aku terduduk di antara pecahan pecahan kaca itu,kurasakan sakit di kepalaku,darah yang keluar dari tanganku mulai berhenti menyisakan sisa sisa yang mengental,hanya sesekali saja darah masih menetes darisana,pedih terasa.
Kusandarkan tubuhku di tembok kamar yang sudah mirip kapal pecah itu,
Tanpa ku sadari airmata mengalir membasahi kedua pipiku,entah apa ini,, sedih,kesal,marah berbaur mrnjadi satu menyesakkan dadaku,membuat dada ini penuh serasa akan pecah,mual,aku rasa aku ingin muntah saat itu juga...

Tiba tiba kurasakan kemualan ini semakin menyiksaku,kurasakan pening tak tertahan di kepalaku,sayup ku dengar suara berdenging di telingaku yang semakin lama semakin jauh,mataku berkunang kunang dan tiba tiba semuanya menjadi gelap! Hening...

Lanjut ke Halaman 2

No comments

Powered by Blogger.